The Adventure of Learning

Kritik Kepada perfilman Indonesia

Posted on: 30 December 2008

Saya kadang bingung dan ternganga kalau melihat perfilman Indonesia, katanya yang semakin maju. Maksudnya maju di sini harus dipertanyakan. Ke mana arah kemajuan itu sebenarnya ? Arah Amerika (hollywood kah?) .

Bangsa Indonesia memiliki potensi budaya yang luar biasa. Budaya ketimuran yang seharusnya mampu diangkat dalam membangkitkan kemajuan perfilman indonesia. Tidak usah ikut-ikutan budaya barat yang lama-lama semakin hancur aja.

Kita sebagai bangsa timur dan sekaligus bangsa indonesia yang begitu kaya akan budaya bangsa harus mampu memilah mana produk film yang bagus. Mana bagian-bagian adegan dan gambar-gambar yang bagus yang sesuai dengan budaya kita dan kemajuan aja yang kita pilih.

Contoh bagian yang bagus dari film-film barat :
1. Akting yang natural (tidak berlebihan). Jadi ketika berbicara dengan orang lain terlihat biasa seperti alami bukan dibuat-buat seperti film-film indonesia.
2. Aktris dan Aktor yang mampu menjadi berbeda di setiap penampilannya. Banyak aktor Indonesia yang katanya udah profesional dan kawakan yang membawa karakternya dalam beradegan. Ketika dia muncul masih dibawa wajah yang biasa dibawa di film-film dia sebelumnya dan gaya bicara yang masih sama, seperti terlihat orang yang bermain-main saja. Jadi kita tidak bisa merasakan perasaan yang berbeda seperti merasakan berada di film tersebut. Berbeda dengan film barat mereka mampu tampil dengan wajah baru yang hampir kadang kita tak mampu mengenalinya kalau kita tidak melihat starringnya. Pernah dengan rambut gondrong, badan yang semakin besar dan gagah, atau dengan suara dan gaya yang berbeda dengan film sebelumnya.
3. Pemilihan kata (script) yang indah. Susunannya bagus, kadang kocak (lucu) yang tidak biasa, menggugah semangat, dll. Berbeda dengan indonesia selalu menggunakan kata-kata yang biasa dan membosankan, lebih-lebih materinya selalu sama (sama aja kalo kita dengerin materi sama pasti kita bosan kan). Materi yang selalu muncul adalah komunikasi remaja tentang cinta. Bahasa yang berlebihan (overakting) dan tidak begitu menggugah melainkan melemahkan.
4. Sentuhan teknologi yang baik. Baik teknologi dalam penyutingan, animasi, setting kamera, dll. Ini hal yang paling belum bisa dilakukan di Indonesia.
5. Pengaturan latar dan cahaya yang sempurna (tidak asal-asalan). Ketika berada di hutan ya benar-benar terasa di hutan, ketika ada di jaman dahulu ya benar-benar rasanya ada di jaman dahulu (bukan jaman dahulu yang dibawa di jaman sekarang seperti kerajaan yang ada mobilnya, berburu di jaman modern, pakaian celana jeans ada di cerita kerajaan semua seperti anak-anak yang sedang main-main saja). Lihat di Lord of the Ring, Troy, dll.
6. Kadang sentuhan science yang logis. Ketika menceritakan sebuah komet yang akan menabrak bumi, maka usaha manusia dalam menanganinya dengan mempelajari objek, sumber pengetahuannya, cara / metodologi yang logis bahkan dengan perdebatan dan argumentasi yang logis pula. Banyak cerita-cerita tentang teknologi di bidang alam, kedokteran, hewan, robot, dll.

Di semua kelebihan yang ada di film-film barat itu semua banyak juga kelemahan dan kekurangan dan tentu saja setiap yang jelek bukan yang kita pilih. Di antaranya :
1. Menyelipkan budaya-budaya Amerika Sex bebas (meliputi yang menjurus ataupun secara terbuka dilakukan di depan umum / di depan kamera) . Selalu saja diselipkan hal-hal ini untuk memberikan efek wow dalam adegan. Ini yang tidak boleh Indonesia ambil, tetapi kenyataannnya malah yang beginian yang paling pertama kali di tiru. Inilah tanda-tanda dekatnya kiamat yaitu bila banyak orang yang tanpa busana, dan melakukan perzinaan di depan umum tanpa malu-malu. Jika ini dikatakan biasa dan tidak melanggar hukum apa jadinya dunia ini ?. Padahal jelas-jelas Allah sudah menurunkan penyakit yang mematikan untuk mengingatkan manusia jika melakukan perbuatan keji ini.
2. Kekerasan yang berlebih-lebihan karena bisa mempengaruhi pemikiran anak-anak dan remaja. Pembunuhan yang kejam, dll.
3. Pemilihan kata-kata kasar maupun buruk yang berlebihan (tidak masuk script yang baik).
4. Innovasi yang kelewatan dan kontorversial. Ya semua itu pasti berkaitna dengan 3 hal yang di atas. Dengan memberikan judul,dll yang sesuai dengan 3 hal di atas.

Pro kontra Sensor Film di Indonesia.
Kalangan artis dan pembuat film merasa kecewa dan merasa dirugikan oleh badan sensor indonesia karena beberapa adegan dan gambar dipotong karena tidak sesuai dengan moral yang bisa mengakibatkan efek negatif bagi penonton. Karena mereka merasa bahwa apa yang telah dilakukan seperti sia-sia karena telah masuk dalam perhitungan biaya, dan tidak mudah untuk membujuk artis melakukan hal tersebut tentu saja keberhasilan untuk membuat gambar itu didukung dengan dana. Padahal bagian-bagian itu yang ingin mereka tonjolkan. Mereka mengecam badan sensor karena telah melakukan sesuatu yang tidak profesional dan mengebiri kreativitas seni indonesia. Dan berargumentasi bahwa kita bangsa indonesia dan perfilman indonesia tidak akan maju kalo selalu gambar-gambar mereka dipotong-potong seperti itu.
Dari sisi badan sensor menyatakan bahwa mereka telah profesional telah melakuan pekerjaan dengan benar. Dan tentu saja hal-hal negatif yang bisa merusak moral penonton (karena efek film sangat berpengaruh bagi penonton) harus dihilangkan. Dan ini tentu saja tidak mengebiri kemajuan dan seni. Mereka sudah diberikan aturan main tetapi pembuat dan seniman itu yang ingin keluar dari jalurnya.
Saya kira dari tujuan yang berbeda, masyarakat harus mampu menilai dengan hati yang bersih mana tujuan yang terbaik dari keduanya yang harus kita dukung. Apakah tujuan materi atau tujuan kemajuan yang kita dukung. Saya yakin banyak hal yang membatasi kita tapi banyak hal juga yang mampu kita ciptakan.
Science adalah muncul dan memunculkan batasan-batasan, banyak rumus-rumus matematis yang membatasi aturan, banyak metode yang memiliki batasan tapi apa yang kita lihat ? lihat di sekitar kita, gedung-gedung bertingkat tinggi, teknologi bertebaran dimana-mana mereka ada karena ada batasan. Tapi tetap mampu menciptakan hal yang besar.

Harapan Artis dan perfilman indonesia dan profesional dalam dunia entertain

Banyak dari kalangan artis yang mengatakan ingin go internasional ataupun ingin beraksi di Hollywood. Emang tidak memikirkan seprti apa yang harus dilakukan untuk menjadi ke sana ? dan seperti apa sih pandangan profesionalisme untuk mereka ? mau berakting apa aja, buka-bukaan , dll. Itu benak profesional bagi bangsa barat.

Lha wong g usah lihat ke Amerika aja, sekarang di Indonesia aja udah jelas, banyak artis yang sudah mengatakan profesional dalam melakukan pekerjaannya sebagai artis atau penari atau penyanyi. Bodoh sekali kalau kita mengatakan profesional itu mau melakukan apa aja yang penting penonton senang. Tentu saja semua ada aturannya. Profesioanl : melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan itu profesional. Profesional yang mengobrak-abrik ketenangan, merusak kelanggengan budaya, merusak moral bangsa ya bukan dikatakan profesional.

Kalo artis yang baik harus berani katakan no go hollywood untuk menjadi artis. Kalo mereka pergi ke sana pastilah banyak yang harus dilepaskan dari apa yang mereka banggakan. Di antaranya budaya, agama, materi, dll bahkan sampai pakaian yang melindungi kesucian kita.

Kita harus mampu mengembangkan apa yang menjadi potensi di indonesia untuk dikembangkan. Apa yang kita punyai kita produksi, kita olah dan kita jual. Jangan jual lagi barang mentah kemudian beli barang jadi.

Potensi Indonesia ? dalam perfilman indonesia
Banyak potensi di indonesia yang bisa menjadi inspirasi dan budaya yang bisa kita angkat ke dunia internasional. Kita memiliki ribuan pulau dengan budaya yang melimpah. Kita memiliki cerita yang melimpah. Kita memiliki setting alam yang indah. Kita memiliki wajah-wajah yang cantik dan tampan, dengan kulit yang cocok untuk kita. Indonesia adalah sisi yang sempurna untuk kita. Jangan benci menjadi orang indonesia.
Banyak yang bisa kita kembangkan dari hal-hal itu.

1 Response to "Kritik Kepada perfilman Indonesia"

saya juga ikut prihatin kalau melihat tren cerita film / sinetron Indonesia, yg isinya ( maaf , kalau saya menggunakan istilah ini ) bisa membuat pembodohan bangsa. coba lihat , isi ceritanya ada tentang rebutan waris, selingkuh, dengki, perseteruan dlm keluarga ( menantu vs anak dsb ). cobalah buat cerita yg memberdayakan bangsa, krn bangsa kita ini sedang terpuruk, jangan diajari yg nggak2. cerita2 yg patut diacungi jempol masih terlalu sedikit ( spt laskar pelangi dsb ). Amerika yg gudangnya industri pilm, walau banyak film2 sadis, tapi film yg memotivasi kearah positip nggak kalah banyak. ayo penulis2 cerita & sutradara2 & produser2 muda Indonesi bangkitlah mulai dari sekarang !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My FB

Masukkan email dulu utk langganan

Join 3 other followers

Ym ku

RSS VivaNews

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24008

The Ubuntu Counter Project - user number # 24008

The Ubuntu Counter Project - user number # 24008

Statistik

  • 28,249 hits

Statistik

%d bloggers like this: